• FASHION

    Every day is fashion show, the world is your runaway

  • LIFE STYLE

    Youthfulness is about how you live not when you were born

  • KULINER

    Good food, Good Life

  • PARTY

    Sleep all day. Party all night. Never grow old. Never die

  • TRAVELLING

    MY Trip, MY Advanture

  • photography

    To me, photography is an art of observation. It's about finding something interesting in an ordinary place... I've found it has little to do with the things you see and everything to do with the way you see them

  • LIFE STYLE

    Youthfulness is about how you live not when you were born

Minggu, 15 Desember 2013

5 Cara Stop Kebiasan Mengorok


Oleh: dr. Puti Naindra Alevia
Klikdokter.com - Mengorok merupakan suara kasar yang keluar ketika jalan napas tertutup sebagian saat tidur. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya mengorok antara lain anatomi mulut dan sinus, konsumsi alkohol, alergi, infeksi saluran pernapasan akut, dan berat badan. Dalam beberapa kasus, mengorok dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang serius seperti sleep apnea.
Sleep apnea dikarakteristikkan dengan suara mengorok yang keras diikuti dengan keheningan karena pernapasan stop untuk sementara. Pada akhirnya, penderita akan terbangun dengan suara menarik napas yang keras. Pola napas ini terulang berkali-kali sepanjang malam, setidaknya lima kali setiap jamnya.

Masalah ini dapat menimbulkan komplikasi seperti mengantuk pada siang hari, gangguan mood seperti sering frustasi atau marah, kesulitan berkonsentrasi, peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke, dan lainnya. Satu hal yang pasti, mengorok mengganggu pasangan yang tidur di sebelah kita.
Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi kebiasaan ini.
1. Pertahankan diet yang sehat serta berat badan ideal.
Berat badan berlebih dapat menyebabkan mengorok. Jaringan lemak di sekitar leher menekan jalan napas dan mencegah udara keluar masuk secara bebas.
2. Tidur dengan posisi miring.
Ketika tidur terlentang, lidah, dagu, dan jaringan lemak berlebih di bawah dagu mengalami relaksasi dan menekan jalan napas.
3. Hindari minum alkohol sebelum tidur.
Alkohol menyebabkan otot mengalami relaksasi lebih dari normal saat tidur.
4. Berhenti atau kurangi rokok.
Asap rokok mengiritasi dinding rongga hidung dan tenggorokan, menyebabkan pembengkakan dan akumulasi lendir atau slem. Bila saluran napas membengkak, sulit untuk bernapas melalui hidung.
5.       Jaga saluran napas bersih
Jagalah saluran napas bersih dengan bernapas melalui hidung. Coba oleaskan minyak eucalyptus pada bantal. Bila alergi menyebabkan penyumbatan hidung, gunakan antihistamin (baik dalam bentuk tablet atau spray nasal).
Jika perubahan gaya hidup tidak berhasil, dokter dapat merekomendasikan beberapa tindakan seperti penggunaan alat mulut, CPAP (continuous positive airway pressure),  implant palatum, maupun operasi laser untuk memendekkan palatum molle dan membuang anak tekak.
Apakah Anda memiliki masalah mengorok? Apa yang sudah Anda lakukan untuk mengatasinya?
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami.[](PNA)

0 komentar:

Posting Komentar